MAKALAH SPEAKING (BERBICARA)

 

BAB I

PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG

Speaking adalah keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris yang berarti menyampaikan pemikiran, pendapat, dan gagasan kepada orang lain secara lisan. Speaking juga dapat diartikan sebagai aktivitas untuk menjelaskan sesuatu atau melaporkan sesuatu.Untuk dapat berbicara dengan lancar di depan umum, pembicara perlu menyampaikan gagasan dengan cara yang logis dan sistematis. Pembicara juga perlu menyesuaikan isi dan cara penyampaian pesan dengan audiens.Speaking skill atau keterampilan berbicara dapat berkembang dengan berlatih secara terus menerus. Beberapa contoh kegiatan speaking adalah: Berkomentar, Menolak pendapat orang lain, Bertanya dan menjawab pertanyaan.

B.       RUMUSAN MASALAH

1.      Bagaimana cara pengajaran SPEAKING yang efektif untuk anak SD?

2.      Apa saja Metode atau Gaya belajar yang baik untuk mengajarkan materi SPEAKING?

3.      Apa saja kelebihan dan kesulitan tentang mengajarkan materi SPEAKING?

C.      TUJUAN

1.      Untuk mengetahui cara apa saja yang mungkin efektif dalam mengajarkan SPEAKING di Sekolah Dasar.

2.      Untuk mengetahui metode apa saja yang baik untuk mengajarkan materi SPEAKING di kalangan anak Sekolah Dasar.

3.      Agar bisa lebih mendalami apa saja kelebihan dan kesulitan dalam mengajarkan materi speaking.

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

A.      SPEAKING (BERBICARA)

Speaking dalam konteks pembelajaran bahasa, khususnya Bahasa Inggris, mengacu pada kemampuan untuk berkomunikasi secara lisan menggunakan bahasa tersebut. Ini melibatkan lebih dari sekedar mengucapkan kata-kata. Dan juga bagaimana kita mengucapkan kata-kata dengan benar, termasuk intonasi dan tekanan kata.Speaking juga merupakan kemampuan untuk berpartisipasi dalam percakapan, bertukar pikiran, dan memberikan tanggapan.Dan bisa di sebut juga dengan kemampuan berbicara lancar dan tanpa banyak jeda.

B.       CARA PENGAJARAN EFEKTIF

Dalam mengajar bahasa Inggris untuk anak tentunya memiliki pendekatan yang berbeda dengan mengajar bahasa Inggris untuk dewasa.  Cara-cara di bawah ini bisa menjadi tips atau strategi mengajar bahasa Inggris pada anak usia dini. 

1.      Pilih Topik Pelajaran yang Menarik

Saat akan mengajar, pilihlah dan susunlah lesson topics atau topik pelajaran yang menarik, ringan, dan bisa diterima oleh anak-anak. Mencari topik yang cocok menjadi salah satu pendekatan terbaik yang bisa dilakukan. Kenalkan anak pada topik pelajaran primer, seperti kosakata nama-nama hewan, bagian tubuh, warna, atau makanan.

2.      Menggunakan Lagu Bahasa Inggris untuk Anak

Menggunakan songs bisa menjadi cara mengajar bahasa Inggris untuk anak SD yang cukup ampuh. Anak-anak pada umumnya gemar sekali menyanyi, apalagi menyanyikan lagu yang musik dan nadanya enak didengar. Mereka pasti akan memutar lagu tersebut secara berulang-ulang. Pilihlah lagu-lagu anak yang cocok untuk anak usia 5-11 tahun. 

3.      Gunakan Bahasa Inggris dalam Beberapa Percakapan

 “Bisa karena terbiasa” adalah salah satu ungkapan yang tepat menggambarkan cara mengajar bahasa Inggris yang satu ini. Cobalah untuk menerapkan sebuah percakapan bahasa inggris dalam beberapa  tertentu. Misalnya, ketika akan mengajak anak makan, mengajak anak main, atau sekedar mengucapkan selamat pagi dan selamat malam ketika mereka akan pergi tidur.

4.      Play Games

Anak-anak pasti suka dengan sesuatu yang menyenangkan. Salah satu cara mengajar bahasa Inggris untuk anak SD yang menyenangkan adalah dengan menyuguhkan permainan yang menarik sekaligus mendidik.

Ada begitu banyak games yang dapat digunakan untuk belajar bahasa Inggris. Beberapa di antaranya adalah Simon Says, Mother May I, dan Memori. Anak-anak pasti seneng banget deh belajar bahasa Inggris lewat games-games yang menyenangkan itu.

5.      Jangan Terlalu Terpaku pada Grammar

Memang grammar adalah materi yang penting untuk dipelajari, namun bagi anak-anak yang baru akan mulai belajar Bahasa Inggris, grammar bisa dinilai sebagai materi yang sulit. Jika terlalu terpaku pada grammar, anak-anak bisa merasa bosan dan enggan belajar Bahasa Inggris karena terlalu rumit. Ajarkan saja mereka tentang bagaimana kalimat atau percakapan yang bisa dimengerti, kemudian pelan-pelan sisipkan pembelajaran mengenai tata Bahasa Inggris yang benar.

6.       Mngajar di Luar Ruangan

Cara mengajar bahasa Inggris untuk anak SD yang satu ini sangat cocok dipraktekkan baik oleh guru atau orang tua di rumah. Cobalah untuk mengajarkan kosakata bahasa Inggris dari sesuatu yang berhubungan dengan alam dan kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, anak akan jauh lebih mudah mengingat karena adanya interaksi langsung dengan benda-benda di sekitar. Selain bisa mencuci mata, mengajar bahasa inggris di luar ruangan juga bisa membuat otak anak jadi lebih fress, dan anak juga bisa sambil bermain

C.      METODE PEMBELAJARAN SPEAKING PADA ANAK SEKOLAH DASAR

1.      Melalui metode Lagu dan Musik

a.       Cara kerja: Memutar lagu berbahasa Inggris, mengajarkan lirik, dan mengajak anak-anak untuk menyanyikan bersama.

b.      Contoh: Lagu "Twinkle Twinkle Little Star" atau lagu anak-anak populer lainnya.

c.       Manfaat: Melatih pengucapan, intonasi, dan kosakata secara menyenangkan.

2.      Melalui metode Permainan

a.       Cara kerja: Mengadakan permainan yang melibatkan bahasa Inggris, seperti tebak-tebakan, simulasi situasi, atau permainan kartu bergambar.

b.      Contoh: Permainan "Simon Says" dengan instruksi dalam bahasa Inggris, atau permainan kartu bergambar untuk membuat kalimat sederhana.

c.       Manfaat: Membuat proses belajar menjadi lebih seru dan interaktif.

3.      Metode Bercerita dan Mendongeng

a.       Cara kerja: Guru atau orang tua menceritakan dongeng atau cerita pendek dalam bahasa Inggris, kemudian meminta anak-anak untuk menceritakan kembali atau menjawab pertanyaan tentang cerita tersebut.

b.      Contoh: Dongeng "The Three Little Pigs" atau cerita pendek tentang hewan.

c.       Manfaat: Meningkatkan kemampuan mendengarkan, memahami, dan mengungkapkan kembali ide dalam bahasa Inggris.

4.      Metode Visual Aids

a.       Cara kerja: Menggunakan gambar, video, atau benda nyata untuk membantu anak-anak memahami kosakata dan struktur kalimat.

b.      Contoh: Menunjukkan gambar buah-buahan sambil menyebutkan nama buahnya dalam bahasa Inggris.

c.       Manfaat: Memudahkan anak-anak untuk mengingat kosakata dan menghubungkannya dengan konteks visual.

D.      KELEBIHAN MENGAJARKAN SPEAKING PADA ANAK SEKOLAH DASAR

1.      Meningkatkan Kepercayaan Diri: Semakin sering anak berlatih berbicara dalam bahasa asing, semakin percaya diri mereka akan kemampuan diri sendiri. Ini sangat penting untuk membentuk karakter yang positif.

2.      Memperkaya Kosakata: Melalui percakapan, anak-anak akan secara alami menyerap kata-kata baru dan frasa yang sering digunakan. Ini akan memperluas perbendaharaan kata mereka.

3.      Meningkatkan Kemampuan Komunikasi: Speaking membantu anak-anak belajar cara menyampaikan ide, perasaan, dan kebutuhan mereka dengan jelas dan efektif, baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa asing.

4.      Melatih Keterampilan Berpikir Kritis: Saat berbicara, anak-anak akan terlatih untuk berpikir lebih cepat dan merangkai kalimat yang logis.

5.      Menyenangkan dan Interaktif: Kegiatan speaking dapat dirancang menjadi permainan atau aktivitas yang menyenangkan, sehingga anak-anak akan lebih antusias dalam belajar.

6.      Membuka Peluang di Masa Depan: Kemampuan berbicara yang baik akan sangat berguna bagi anak di masa depan, baik untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi maupun dalam dunia kerja.

E.       KESULITAN MENGAJARKAN SPEAKING PADA  ANAK SEKOLAH DASAR

1.      Kurangnya Percaya Diri: Banyak anak SD merasa malu atau takut untuk berbicara di depan kelas, terutama dalam bahasa asing.

2.      Minimnya Kosakata: Anak-anak SD mungkin masih memiliki kosakata yang terbatas, sehingga kesulitan untuk merangkai kalimat yang kompleks.

3.      Kesulitan Pengucapan: Pengucapan yang benar merupakan hal yang penting dalam speaking. Anak-anak mungkin kesulitan untuk mengucapkan kata-kata bahasa Inggris dengan benar.

4.      Kurangnya Paparan Bahasa Inggris: Tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk terpapar bahasa Inggris di lingkungan sekitar, sehingga kurang terbiasa mendengar dan menggunakan bahasa tersebut.

5.      Perbedaan Gaya Belajar: Setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda. Beberapa anak lebih visual, sementara yang lain lebih auditori atau kinestetik. Menyesuaikan metode pembelajaran dengan gaya belajar masing-masing anak bisa menjadi tantangan.

6.      Minimnya Motivasi: Tidak semua anak memiliki motivasi yang tinggi untuk belajar bahasa Inggris. Faktor ini bisa dipengaruhi oleh minat, lingkungan keluarga, dan teman sebaya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

A.      KESIMPULAN

Kesimpulan dari pengajaran speaking untuk anak SD adalah untuk membantu siswa menyampaikan pikiran, pendapat, ide, gagasan, atau perasaannya dengan baik. Keterampilan berbicara juga penting untuk membantu siswa memperoleh informasi, berpartisipasi aktif, dan sukses dalam berbagai konteks kehidupan.Selain itu, siswa juga dapat meningkatkan kemampuan berbicara dengan cara lebih sering berdiskusi dengan teman-temannya dan lebih aktif dalam proses pembelajarannya.

B.       Saran

Makalah ini masih sangat jauh dari sempurna penulis berharap kritik dan saran pembaca demi pembuatan kedepanyana semakin baik lagi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

1. Geertz, C. (1976). The Religion of Java . Chicago: University of Chicago Press.

3. Agus, A. rofii (2023) ‘Kesulitan Berbicara Siswa sekolah dasar Dalam Pembelajaran Bahasa inggris’, Jurnal Elementaria Edukasia, 6(4), pp. 1895–1904. doi:10.31949/jee.v6i4.6851.

4. Amrulloh, A.F. and Nuroh, E.Z. (2023) Application of the quantum teaching learning model in training the  speaking ability of elementary school students [Preprint]. doi:10.21070/ups.1768.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MAKALAH PERANA GURU DI SEKOLAH DAN MASYARAKAT

MAKALAH UKURAN PENYEBARAN DATA (RANGE, VARIAN, DAN STANDAR DEVIASI)

MODUL AJAR KURIKULUM MERDEKA BAB 3: MUNAFIK DAN KERAS HATI TAK AKAN PERNAH MAJU